Ada kesalahan di dalam gadget ini

Jumat, 29 Oktober 2010

Basic Photography (the camera)

Seiring dengan perkembangan teknologi yang memungkinkan User lebih efisien dari sisi waktu dalam melihat hasil output suatu gambar, maka kamera dengan media format film saat ini cukup jarang dijadikan pilihan bagi para juru foto.
Namun secara esensi, kamera menangkap cahaya melalui lensa dan diteruskan kepada kamera untuk di proses baik menggunakan media akhir film maupun digital. Secara terbuka terdapat beberapa jenis kamera, yaitu Kamera Pocket atau yang lazim disebut Point and Shoot Camera, kemudian Prosumer Camera, dan Single Lens Reflect (SLR Camera). Pada kali ini saya mencoba memfokuskan untuk jenis kamera SLR.

Kamera SLR dengan media Film

Dari bagan diatas terlihat bahwa cahaya masuk kedalam lensa dan kemudian di pantulkan oleh Mirror atau cermin dan kemudian kita dapat melihatnya di jendela bidik atau viewfinder, itulah sebabnya dinamakan SLR Camera. Adapun cara kerja Kamera SLR dapat kita lihat pada peraga berikut ini,
Jelas terlihat dari arah cahaya yang masuk melalui lensa serta terlihat pada jendela bidik (viewfinder) maka ketika cahaya tersebut akan diproses pada media Film maupun Digital, mirror atau cermin pantul (pada body kamera) akan naik. Mirror sebagai alat bantu akan menutup keatas pada saat kita mengambil gambar, kenapa hal ini terjadi. Silakan perhatikan bagan berikut ini,


Subyek yang terlihat pada lensa sebenarnya di proyeksikan terbalik (atas menjadi bawah, kanan menjadi kiri) seperti apabila Imaginiers pernah menggunakan kamera berformat film 120mm, dan untuk memudahkan kita mengambil gambar maka direfleksikan kembali pada prisma kamera.

Mengulang kembali kepada masalah Cahaya yang masuk kedalam kamera, pada awal mulanya dipengaruhi oleh LENSA dan SHUTTER (dalam camera body) dan diteruskan kepada Sensor Digital ataupun Film.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar