Ada kesalahan di dalam gadget ini

Kamis, 21 Mei 2015

TAMRON FANTASTIC PHOTO CONTEST GOES TO JAPAN

                Mimpi Tiga finalis Tamron Fantastic Photo Contest Goes to Japan menjadi kenyataan pada pertengahan April 2015.  Kesempatan memotret  cherry blossom dan gunung Fuji dari sebelah utara Tokyo didampingi 4 orang yang masing-masing punya tugas maupun peranan. Mereka adalah Tim dari Ana Photo selaku distributor resmi lensa Tamron Hadi Aribowo,Don Hasman,Denny Herliyanso,Ray Syahputra. Rombongan didampingi pemandu khusus yang sangat paham tentang objek-objek foto yang ingin dikejar oleh para fotografer Indonesia dalam waktu yang sangat terbatas. Kawasan Danau Kawaguchi, sekitar 2 jam perjalanan dengan mobil di utara Tokyo menjadi tujuan utama.
                Diseputar danau luas berudara sejuk, bunga sakura beraneka jenis dan warna tengah mekar dengan indahnya. Di tepian sungai kecil yang dipenuhi deretan pohon sakura berwarna putih bersih, seorang gadis berbusana tradisional kimono merah tengah melakukan pemotretan diantara para sahabatnya. Para fotografer Sahabat Tamron Indonesia yang haus objek khas Jepang langsung nimbrung. Bahkan bisa mengarahkan sang gadis yang kebingungan menghadapi moncong lensa Tamron berbagai ukuran. Diseberang lokasi kami yang hanya berjarak 20 meter tengah berlangsung pemotretan wedding. Serentak para fotografer mengalihkan bidikan mereka ke objek sepasang pengantin.
                Setiap langkah mengelilingi danau, senantiasa kami berhenti untuk berebut kesempatan memotret sakura yang tengah memamerkan keindahannya.  Objek berikutnya kami menuju kuil yang berseberangan dengan Gunung Fuji. Bunga sakura dengan latar belakang kuil berarsitektur tradisional dengan warna merah sungguh menarik bagi ketiga juara TFPC kesempatan mendokumentasikan musim semi Jepang. Sayangnya cuaca kurang bersahabat. Awan tebal menutupi puncak Fuji dengan lembah-lembahnya yang masih berselimutkan salju.
                Pemotretan hari-hari berikutnya dikonsentrasikan ke beberapa kawasan seputar Tokyo, hingga kami mencapai pusat fashion bergengsinya, Ginza. Mereka bukan membidik ke toko-toko yang menjajakan aneka produk fashion ternama dunia, lensa kamera mereka lebih terarah pada kesibukan lalu lintas yang berlalu lalang. Di setiap kesempatan berada di dalam gerbong kereta api bawah tanah, maupun monorail yang berkeliling dikawasan Tokyo. Setiap kesibukan penduduk kota terbesar Jepang tiada luput diabadikan oleh bidikan kamera para fotografer Sahabat Tamron Indonesia. Denyut kehidupan malam yang bercampur baur dengan arsitektur kota Tokyo dan gemerlap lampu-lampu  kota besar mereka garap dengan lahap.
                Malam terakhir di Tokyo kami dijamu dengan santap malam oleh Tamron Jepang yang dipimpin oleh Mr Nonaka, General Manager overseas sales dept. Santap malam dengan suasana yang sangat tradisionil di sebuah resto ditengah Ueno park, setiap makanan disajikan selalu disertai dengan penjelasan mengenai nama dan bahan makan tersebut dibuat. Pengantar santap malam beberapa peserta juga mencicipi sake, alkohol khas Jepang.
Kesigapan serta kecekatan para peraih kesempatan memotret musim semi di Jepang yang notabene sudah berbekal rencana pemotretannya masing-masing ternyata tidak diikuti oleh kegesitan mereka berjalan di dalam kota yang bergerak serba cepat. Maklum, kebiasaan berjalan cepat masih belum mereka pahami di kota yang dinamika penduduknya serba dipacu oleh waktu. Ketika diminta tanggapan tentang acara yang disuguhkan kepada Tjandra Niti Mandala peraih juara 3 asal Bali, dengan singkat dia hanya menyatakan: “Asyik banget.. saya merasa istimewa berada disini!” Sementara Muhyiddin peraih juara 1 dalam TFPC mengungkapkan kepuasannya dengan komentar: “Acaranya Bagus sekali.. kesempatan langka berada dinegeri sakura ini dan bisa ditemani Juri foto yang profesional!”. Sama juga halnya dengan Gerdie peraih juara 2 mengungkapkan komentarnya “Seru banget bisa hunting di Jepang sambal belajar bersama 2 fotografer professional, pengalaman yang sangat berharga bagi saya”

                Secara sederhana, seharusnya selain berbekal rencana perjalanan dan rencana kerja, seorang fotografer yang punya kesempatan berkunjung ke mancanegara harus mampu beradaptasi secara cepat dengan kultur yang memang menjadi dasar kehidupan masyarakat lokal. 






Tetap semangat memotret didampingi oleh Om Don dan Pak Denny sebagai Mentor



Bersama Peserta hari pertama di Jepang


Berlatar belakang pemandangan Jepang yang indah












Semoga perjalanan kali ini sangat berkesan bagi teman-teman semua




Tidak ada komentar:

Posting Komentar